Memahami Pola Media Sosial, Salah Satu Konsep Sederhana yang Membuat Postingan Naik Peringkat

Written by Fantasia Imanda B. P.

boredpanda.com

Dulu, Instagram menggunakan sistem kronologi dalam memunculkan postingan-postingan para user. Seiring waktu kebijakan terus berubah hingga detik ini algoritma masih menjadi alasan krusial bagi setiap pengguna Instagram. Sudah bukan rahasia lagi kalau algoritma memang menentukan sebuah postingan menjadi to the top, atau malah tenggelam dan gak menemukan interest yang bisa ditampilkan buat audience?

Algoritma menciptakan 2 kemungkinan di dalam kehidupan digital seseorang. Akun yang terus berkembang atau malah akun yang turun potensinya buat berkembang? Sebagai seorang digital marketer, pilihan kedua pasti jadi hal yang nyeremin banget, ya.

Ada hal-hal dasar atau konsep sederhana dari sebuah algoritma media sosial. Berlaku buat media sosial apapun yang kalian follow sampai detik ini. Follow dalam artian ‘aktif’ atau kalian memang sudah menjadi bagian dari pecandu media sosial.

Media sosial itu soal pengaruh. Bukan soal mana yang lebih oke atau lebih baik. More than that. Masih inget dengan ilmu propaganda yang dulu pernah diajarin di kelas? Yes, propaganda merupakan cara klasik untuk memunculkan orang interest terhadap suatu hal. Interest itu polanya banyak. Jutaan manusia di dunia ini punya banyak interest yang berbeda-beda. Propaganda terbilang cara ‘gelap’ untuk menjadikan seseorang atau figur publik muncul di permukaan, terutama di media sosial. Terdengar baru ya, kesannya?

But that’s the fact. Kalau propaganda tidak lagi dilakukan di media-media konvensional, kemana lagi arah propaganda itu kalau bukan lewat media sosial?

Dalam media sosial, algoritma menjadi hal yang bersinggungan dengan pola yang berlaku di media sosial itu sendiri. Apa itu?

Apakah kalian pernah merasakan: apa yang kalian suka selama ini mendapatkan rekomendasi lain dari media sosial tertentu? Sebagai contoh, kalau interest kalian soal K-Pop atau berita politik tertentu, soal timeliness pasti tidak jauh-jauh dari situ.

Soal interests, terutama untuk di platform Instagram, memiliki 3 kemungkinan interest: Interest murni yang kalian cari, interest orang yang kalian sering berinteraksi, dan interaksi diluar hal tersebut (rekomendasi).

Bagaimana menghadapinya?

Ada beberapa tips untuk menghadapi pola media sosial, penting untuk kreator maupun bisnis. Berikut penjelasannya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa isi konten adalah faktor utama sebuah postingan bisa ‘up’

Konten menarik belum tentu menjual. Konten mempengaruhi setidaknya ‘bagaimana’ respon atau tindakan seseorang. Ada yang hanya berupa engagement, atau mungkin konten yang motivasinya untuk mendapatkan calon customer. Konten yang menarik hanya mencakup: kualitas visual, topik yang diangkat, dan deskripsi yang berkaitan.

Ada tips untuk membangun konten yang menjual: jadilah apa yang orang lain inginkan, butuhkan. Apakah bisnismu sudah mencapai interest yang orang lain cari? Jika kamu bisa mengolahnya dengan tren yang berlaku di market sosial media, you win. Kuncinya hanya satu, konsisten dalam penerapannya. Dengan begitu, akunmu terlihat atraktif dan orang lain mulai tertarik.

Media sosial adalah ruang terbatas. Kebanyakan adalah interest yang serupa. Semakin spesifik interestnya, semakin sulit menemukan audience. See?

Sudah berapa banyak orang yang membahas toxic relationship di Instagram? Atau sudah berapa banyak orang yang memposting produk yang serupa? Pasti banyak banget, kan? Salah satu cara yang efektif untuk mendapatkan perhatian audience di Instagram adalah membuat konten yang sesuai dengan habit mereka. What they think, and what are they searching for.

Ibarat peringkat, algoritma bakal bekerja buat postingan yang terbaik. Perhatikan kualitas konten, waktu posting, dan konsistensi

Setiap media sosial punya jam prime time untuk posting, baik Instagram maupun facebook atau twitter. Namun tidak melupakan kualitas atau isi konten yang dibuat serta konten yang sesuai dengan preferensi masing-masing pengguna. Konsistensi juga perlu, namun tidak menimbulkan spam content, bahkan konten yang ‘lost’ interest.

--

--

--

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Fantasia Imanda

Fantasia Imanda

More from Medium

Finally! A uniform solution for cross-chain communication was found by Axelar Network

LAST CHANCE AUCTION AT ITS BEST What is last chance?

1..2..3… SOLD! Online auctions — for everyone LastChance.Finance.

Stages for a Project on the Cronos Network.